Trend & Transformasi Digital, Teknologi dan Ekosistem Indonesia 2019

 

Selama beberapa tahun saya mengamati dan memperhatikan perkembangan Digital, Teknologi & Ekosistemnya. Dimulai dari saya langsung terjun di Dunia Ecommerce. Ada beberapa yang menarik buat saya dan selalu dipercaya oleh Media Cetak, Telivisi maupun radio karena beberap prediksi dan keyakinan saya terjadi dimulai dari 2008 sampai dengan saat ini.

 

Adapun yang sangat menarik perhatian saya adalah Apa yang akan terjadi atau Trend Digital, Teknologi dan Ekosistem seperti apa yang akan terjadi di 2019 dan yang menariknya adalah bagaimana menarik benang merahnya untuk terhadap dampak kehidupan khususnya di Indonesia termasuk pengaruk kepada Bisnis Anda di 2019. Dengan paparan saya terhadap Trend Digital, Teknologi dan Ekosistem ini harapan saya dapat memberikan gambaran ataupun akan bermafaat kepada Bisnis apa yang harus dipersiapkan kepada StartUp, Pebisnis maupun para eksekutif agar performance kerja mereka mendapatkan nilai yang baik.

Disini saya akan memberikan 10 Trend Transformasi Digital , Teknonology dan Ekosistemnya di Indonesia.

1. Big Data
Sangat menarik disini kita melihat akses Internet di Indonesia jauh lebih banyak melalui handphone baik dengan mengakses MedSos, Baca berita maupun pencarian informasi bahkan melakukan transaksi sampai menjadikan handphonse sebagai penunjuk jalan. Dengan aktifitas penuh inilah banyak sekali data yang dapat dikelola dan dapat dianalisa. Sehingga kebiasaan, kebutuhan serta hobipun dapat ditarik kedalam big data tersebut. Belum lagi semua aktifitas kita Toko-toko offline, penggunaan kartu kredit sampai dengan kebiasaan kita saat olah raga, belanja sampai dengan saat liburan.

2. QR Payment
Kita akan melihat di 2019 saat kita Kuliner, Berbelanja sampai dengan mentransfer keteman maupun pelanggan kita menggunakan teknologi QR Code. Selain mempercepat transaksi juga menikatkan transaksi hampir 300% bahkan dapat meminimalisasi tingkat kesalahan.

3. Services Marketplace
Selama 10 tahun terakhir kita sudah melihat pertumbuhan Ecommerce atau Marketplace (penjualan produk) yang sangat pesat namun di 2019 ini kita akan melihat banyak sekali MARKETPLACE SERVICES (Lapak Layanan) misalnya Marketplace yang melayani Pengirimana/Logistik, Jasa pembuatan Legalitas, Jasa Penerjemah, Jasa Hukum sampai dengan Jasa pembuatan sesuai keinginan pelangan termasuk layanan informasi.

4. Mixed Reality
Disini menarik sekali mungkin akan terjadi di Q4 2019 Games pengabungan antara Virtual Reality dan Augmented reality atapun memberikan rasa sensasi saat belanja di Market Place maupun Ecommerce Retail.
Teknologi ini akan sangat berguna untuk pelaku bisnis konsep O2O (Offline to Online).

5. Fintek (Finansial Teknologi)
Seperti kita ketahui unbankable di Indonesia lebih dari 50% dengan kehadiran angin segar Fintek ini diharapkan dapat mengisi kekosongan tersebut bahkan lebih dari itu jasa Asuransi pun dapat memanfaatkan Fintek selain mempercepat tingkat pertumbuhan nasabah baru bahkan lebih dari itu dapat mempersingkat alur proses dan mempercepat transaksi.
Adapun di Fintek ini dapat membantuk kebutuhan UMKM dalam pengembangan usaha mereka dan membantu Startup untuk mewujudkan impian mereka.

6. BlockChain
Dengan kemampuan data sharing yang akurat dan tingkat keamanan yang sangat tinggi sehingga Teknologi blockchain inilah dipilih pengembang Cryptocurrency. Padahal sesungguhan aplikasi penggunaan Blockchain disini dapat dipakai untuk Perusahaan besar karena tahan terhadap modifikasi data dan tidak dapat di duplikasi. Bank maupun perusahaan besar lainnya akan memanfaatkan Blockchain ini untuk membantu kinerja di 2019 khususnya sangat bermanfaat jika diterapkan di pemerintahan.

7. 5G Teknologi
Dengan kemampuan yang super cepat, efisien dan efektif 5G ini akan hadir memanjakan pengguna untuk membantu performance kerja mereka yang sering mobile maupun tingkat kwalitas yang baik sehingga dapat meningkatkan hasil kerja maupun dapat dimanfaatkan oleh pelaku Ecommerce, Fintek maupun bisnis di Internet menjadi lebih efektif dan efisien.

 

Jakarta 13 Januari 2019
Dr. Agus Tjandra