Blog Posts

Thomas Trikasih Lembong Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal

  • Monday, Jul 9, 2018
  • by admin, 1257 Views

Thomas Trikasih Lembong (lahir 4 Maret 1971; umur 47 tahun) atau lebih dikenal Tom Lembong adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal sejak 27 Juli 2016 menggantikan Franky Sibarani. Sebelumnya dia adalah Menteri Perdagangan Republik Indonesia yang menjabat sejak 12 Agustus 2015, menggantikan Rahmat Gobel.
Sebelum menjadi Menteri Perdagangan, Tom adalah salah satu dari pendiri private equity fund, Quvat Management (Quvat) yang didirikan pada tahun 2006. Sampai sebelum menjadi Menteri Perdagangan, Tom menjabat sebagai CEO dan anggota Investment Committee.Pengalaman kerja Tom sebelum mendirikan Quvat adalah bekerja di Farindo Investments, Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) selama 2 tahun sebagai Senior Vice President and Division Head, Deutsche Bank, dan Morgan Stanley.
Mau tahu lebih jelas : Thomas_Trikasih_Lembong

Read More

Dr. Agus Tjandra Bersama Pak Basuki Tjahaja Purnama

  • Monday, Jul 9, 2018
  • by admin, 1243 Views

Pada 14 November 2014, ia diumumkan secara resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta pengganti Joko Widodo, melalui rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD DKI Jakarta. Basuki resmi dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo pada 19 November 2014 di Istana Negara, setelah sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur sejak 16 Oktober hingga 19 November 2014. Mau tahu lebih jelas mengenai Bapak Basuki? Silahkan klik link berikut ini : http://tiny.cc/tn9dvy

Read More

Armand Wahyudi Hartono sebagai Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

  • Monday, Jul 9, 2018
  • by admin, 5302 Views

Armand Wahyudi Hartono adalah lulusan University of California, San Diego (1996) dan meraih gelar Master of Science di bidang Engineering Economic-System and Operation Research (1997) dari Stanford University, Amerika Serikat.  Armand Wahyudi Hartono adalah putra bungsu pemilik Djarum Group, Rudi Hartono.
Tentang Armand Wahyudi Hartono :

Read More

Tempo : CEO Lojai Agus Tjandra Raih Top 10 of Asia 2014

  • Wednesday, Jul 4, 2018
  • by admin, 2153 Views

Jakarta – Chief Executive Officer (CEO) dan Founder of Installment Online dari Lojai.com Agus Tjandra terpilih menjadi “Top 10 of Asia 2014: Asia’s Most Admired Technopreneur Award”, sebuah ajang penghargaan bergengsi di Malaysia yang diselenggarakan oleh majalah Top 10 of Asia.

Perhelatan ini dihadiri perwakilan dari sejumlah negara Asia seperti Jepang, Korea, Taiwan, Malaysia, Singapura, Filipina, Hongkong, Thailand, Arab Saudi, Tiongkok, India & Qatar.

Penghargaan yang diberikan di The Palace of The Golden Horses in Kuala Lumpur, Malaysia, pada 21 November 2014 ini diklaim prestisius karena dari setiap negara hanya dipilih satu hingga dua orang sebagai Top 10 Asia Corporate Ball.

Acara ini dihadiri oleh pejabat kerajaan Malaysia, sejumlah menteri dan penyanyi terkemuka Siti Nurhaliza.(Baca : Tiga Tokoh Indonesia Raih Kenton Miller Award)

Tahun ini, Agus Tjandra terpilih menjadi Top 10 of Asia 2014, yakni sebagai “Asia’s Most Admired Technopreneur Award 2014” berkat kiprahnya dalam memajukan industri ecommerce di Indonesia.

“Saya terkejut sekaligus senang bisa terpilih mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi ini. Saya terpilih melalui penilaian diam-diam (hidden investigation) yang dilakukan panitia, melewati ujian dan juga presentasi yang cukup ketat,” ujar Agus menanggapi penghargaan yang diberikan kepadanya pada 24 November 2014.

Agus yang menjabat sebagai Wail Ketua Umum idEA (Indonesia Ecommerce Association/Asosiasi eCommerce Indonesia) ini mengatakan, salah satu kriteria dirinya terpilih menjadi Top 10 of Asia 2014 adalah dedikasi tak kenal lelah dalam mengembangkan bisnis ecommerce di Indonesia dan melahirkan kreativitas memudahkan konsumen berbelanja online. Misalnya dengan ide Cicilan Online yang juga mendapatkan penghargaan MURI pada Oktober 2012.

“Cicilan Online yang saya kembangkan di Lojai, bahkan dianggap sangat menarik dan inovatif, sehingga menjadi bahan kajian dan kemungkinan akan dipertimbangkan untuk diaplikasikan di Malaysia,” urai Agus.

Dalam beberapa tahun terakhir, Agus Tjandra juga aktif menjadi pembicara mengenai perkembangan e-commerce di sejumlah negara seperti Malaysia dan Singapura, serta tentu di dalam negeri.

Ayah empat anak ini terakhir menjadi pembicara e-commerce di Kuala Lumpur.  Ia juga banyak mewakili idEA dalam sosialisasi tren belanja online di Tanah Air dan memberi masukan ke pemerintah.(Baca : Peter Carey Penulis Diponegoro Raih Penghargaan)

Agus menambahkan, penghargaan ini akan menjadi pelecut semangat untuk berbuat lebih baik lagi. “Saya berkomitmen akan terus menyebarluaskan belanja online sebagai sebuah gaya hidup.”

Top 10 of Asia adalah majalah bahasa Inggris yang dimiliki dan diterbitkan RHA Media Sdn Bhd. Kepanjangan ‘RHA’ adalah ‘Research House of Asia”.

Majalah ini berisi kisah bisnis yang sukses, berikut orang yang terlibat di dalamnya, serta menginspirasi gaya hidup di seluruh lini kehidupan Asia.

 

Source : https://gaya.tempo.co/read/624155/ceo-lojai-agus-tjandra-raih-top-10-of-asia-2014

Read More

History Time Dr. Agus Tjandra 2010 To 2018

  • Wednesday, Jul 4, 2018
  • by admin, 2492 Views

2010 :

  • Live Talk Show di SUN TV (MNS Group) Catalog Business, eCommerce & Modern Business & Distribution Channel

2012 :

  • Musem Rekor Dunia (MURI), 1st Installment Online (Pertama menciptakan Cicilan Online)

2013 :

  • (April) Bloomberg BusinessWeek, 1st Indonesia eCommerce Icon & Technopreneur
  • (May) Mobile eCommerce Strategy 2013 Asia (Asia Pacific Conference), Asher-Russel at Singapore
  • (Nov) Asia’s Most Admired Technopreneur Award, Kuala Lumpur – Malaysia
  • (Dec) Pas FM Radio 92.4, Business Development, eCommerce & Future Business

2014 :

  • (Dec) Berita Satu TV, Market Corner ~ eCommerce Lokal di Pentas ASEAN
  • (Dec) Berita Satu TV, Money Report ~ Peraturan eCommerce di Indonesia
  • (Dec) Berita Satu TV, Market Corner ~ Prospek Bisnis Online 2015
  • (Dec) MNC TV, Live Talkshow Economic View of eCommerce Potential in Indonesia
  • (Nov) Rekor Bisnis Indonesia (TEKA, Koran Seputar Indonesia): Belanja Online dengan Sistem Cicilan
  • (Nov) Berita Satu TV, AFTA 2015
  • (Nov) Asia’s Most Admired Technopreneur Award, Kuala Lumpur – Malaysia
  • (oct) 4th Asia eCommerce Conference, Biggest eCommerce Event of the year, Kuala Lumpur – Malaysia
  • (Sep) MNC TV & Starthub S’pore Economic Buzz Program ~ Strengthening The Indonesia Market Potential for eCOmmerce , Ebuzz is a relax business Talkes
  • (Sep) Rotary Club of Jakarta: “Potensi eCommerce in Near Future”
  • Synergy Ferderasi Teknologi Informasi Indonesia, Taipei Computer Association & Asosiasi eCommerce Indonesia ~ Indonesia ICT Roadshow 2014
  • (Aug) Berita Satu TV, Live Dialog Money Report “Aturan Bisnis eCommerce”
  • (June) Payment Settlement & Remittance Asia 2014, ~ Jakarta

2015: Ecommerce & Mobile Money Payments Speaker at ClarionEvent in Singapore.

  • Mobile Money & Digital Payments Asia (co event with Payments Security & Authentication Asia 2015).
  • (Dec) The 8th Indonesia MICE, Indonesia Outlook 2016 ~ Indonesia Go Digital & eCommerce
  • (Nov) idea Short Course ~ People Management in eCommerce Industry (Workshop, Batch I)
  • (Nov) MNC TV ~ Potential Busines in 2016 and eCommerce Industry
  • (Sep) Hongkong Trade Centre ~ Symposium Instyle Hongkong
  • (July) Univ.Bina Nusantara : Guest Speaker ~ Indonesia eCommerce & Big Data
  • (May) The Merry Riana Show: “Inspiring Indonesia & Sharing” Radio Sonora FM92
  • (May) Empowering City & Business Revolution in Smart Way (Business Partner IBM)
  • (May) MNC Busness Channel: Perkembangan eCommerce Indonesia ke Depan
  • (Feb) Busineesweek Bloomberg ~ 100Pebinis Tentang 100 Hari Jokowi-JK
  • (Jan) Mobile Money & Digital Payments

2016: Ecommerce & Trend Digital Speaker Indonesia at MICE (Meetings, incentives, conferencing, exhibitions)

  • Opportunity and Potential Ecommerce programs in product penetration and marketing.
  • Digital Marketing & E- Commerce Outlook
  • (Aus-Sep) Indonesia 2016 ICT SUMMIT : The Indonesian eCommerce Roadmap – Market Developments, Investment Opportunities & Future Disruption Challenges
  • (July) Metro TV: Jumlah Transaksi Belanja Online Meningkat 80% & Pengaruh Belanja di Bulan Ramadahan dan Lebaran”
  • (Juli) Synergy Ferderasi Teknologi Informasi Indonesia: Indonesia Korea (Digital & Business Development)
  • (June) : Digital Economy Indonesia – Malaysia : Dato Seri Zahruab (Malaysia’s Amabassador for Indonesia) and Direktur Malaysia Trade.
  • (May) : Kamar Dangang Indonesia : Indonesia Asutralia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA)
  • (May) Global Branding Award 2016
  • (May) Sharing Knowledge Universitas Bina Nusantara (eLearning Cisco System)
  • (May) Audiensi Malaysia Digital Economy – Digital Business, eCommerce & ecosystem
  • (May) Exclusive Press Conference with Menteri Komunikasi, Informasi & Informatika (Ministry of Communication & Informatics Republic of Indonesia)
  • (May) KBRI & INACHAM ~ Indonesia Digital Business & eCommerce
  • (March) Short Course, Workshop idea : Kupas Tuntas eCommerce Indonesia (Batch III)

2017 :

  • (Dec) Live! TVOne: Kabar Pasar – Potensi eCommerce & Hari Belanja Nasional 2017
  • (Oct) Sharing Knowledge, Marsflag Japan : Indonesia Business Potential
  • (July) Sharing Knowledge: Direktur Jendral Imigrasi Dr.Ronny F.Sompie (Irjen Polri)
  • (Jan) Sharing Knowledge : idea & Ministry of Communication & Informatic Republic of Indonesia
  • (Jan) Internet Retailing Expo 2016 : Opening Speech and Digital Business & eCommerce Prospect

2018 :

  • (May) BiNus TV (Cisco WebEx) Live! Sharing knowledge “What is Fintech Lending”
  • (May) Team Penguji Doctoral Reseach Management Univ.Bina Nusantara
  • (Apr) TechnobusinessTV : Tips Kembangkan StartUp yang Tepat
  • (Apr) Audiensi China : Big Data & B2B
  • (Apr) Team Penguji Doctoral Research Management Univ.Bina Nusantara
  • (Mar) Nara Sumber Univ.Bina Nusantara: Doctoral Disertasi Omni Channel – eCommerce
  • (Mar) TVOne TV: Indonesia Fintech 2018
  • (Feb) Live! Berita Satu (Market Corner): Tren Bisnis eCommerce 2018
  • (Feb) Binus TV (Cisco WebEx) Live! “eCommerce & Lifestyle”

Read More

[Video] TechnobusinessTV : Tips Kembangkan StartUp yang Tepat

  • Wednesday, Jul 4, 2018
  • by admin, 2579 Views

Agus Tjandra, praktisi yang sudah lama berkecimpung di dunia startup, terutama e-commerce, membagikan tips bagaimana mengembangkan startup yang tepat dan apa saja yang harus dihindari.

Tips mengembangkan startup ala Agus Tjandra ini sangat penting diketahui oleh mereka yang ingin dan baru saja memasuki dunia startup di Tanah Air. Silakan simak hasil wawancaranya bersama TechnoBusiness TV.

Source : https://technobusiness.id/2018/04/27/technobusiness-tv/tips-mengembangkan-startup-ala-agus-tjandra/

Read More

eCommerce Indonesia Perlu Belajar dari Taiwan ICT Roadshow 2014

  • Wednesday, Jul 4, 2018
  • by admin, 2099 Views

“Perkembangnya internet di tanah air yang semakin pesat telah berdampak pada tumbuhnya transaksi secara online. Dengan total nilai transaksi e-commerce di tahun 2013 mencapai US$ 8 miliar atau sekitar Rp 94 triliun dan diprediksi akan meningkat hingga mencapai US$ 24 miliar atau sekitar Rp 283 triliun pada 2016, menjadikan bisnis online atau yang biasa disebut e-commerce menjadi bagian penting bagi pertumbuhan perekonomian negara.”

AGUS Tjandra, Vice Chairman & Foreign Relation Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), melihat potensi e-commercedi Indonesia memang sangat menjanjikan, namun pencapaian yang selama ini dirasakan belum memberikan hasil yang diinginkan.

“Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai 240 juta jiwa dan besarnya pengguna internet yang mencapai 74 juta, ternyata hanya mencatatkan 4,6 juta yang melakukan transaksi online di tahun 2013. Hal ini tentunya belum merupakan angka yang besar dan menjadikan tantangan pertama dari perkembangan bisnis online di Indonesia,” ujar Agus, disela-sela penyelenggaraan Taiwan-Indonesia ICT Roadshow 2014 yang bertemakan “Taiwan E-commerce; Success Story”, di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta (2/9).

Hal lain yang harus dihadapi adalah metode pembayaran bisnis online yang masih menggunakan metode konvensional, yaitu transfer tunai dan bahkan cash on delivery (COD) yang merupakan pertanda masih belum tingginya kepercayaan pengguna internet terhadap metode pembayaran via kartu kredit maupun metoda e-payment lainnya. Pengguna layanan e-commerce juga masih terbatas pada para profesional yang merupakan pekerja kantoran dan belum merata pada berbagai kalangan pengguna internet lainnya. Belum lagi, pasar e-commerce Indonesia masih didominasi pengaruh pihak asing sehingga perlu dibuat langkah-langkah agar pelaku bisnis online Indonesia menjadi semakin kuat daya saingnya dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

idEA sebagai wadah pelaku industri e-commerce di Indonesia mengambil langkah dengan menjalin kerjasama dengan pihak Taiwan, yaitu Taipei Computer Association (TCA). Disebutkan Agus, kerjasama ini akan  menjadi sarana edukasi dan membuka peluang investasi potensial yang ada di Indonesia. “E-commerce di Taiwan 10 tahun lebih dulu maju dari Indonesia sehingga kita perlu banyak informasi dari Taiwan untuk membangun e-commerce di dalam negeri dan menjadikan kerjasama ini kedepannya lebih konkrit lagi.”

Lebih lanjut, berikut ini wawancara BISKOM dengan pria kelahiran Palembang, 22 Agustus 1974  yang juga pendiri dan CEO Lojai.com, salah satu situs e-commerce terbesar di Indonesia ini.

idEA dan TCA telah melakukan penandatanganan MoU, apa saja bentuk kerjasama yang akan dilakukan?
Rencananya, kami akan melalui serangkaian program interaktif, diantara kunjungan perusahaan, presentasi bisnis, pertemuan bisnis, dan workshop. Kerjasama yang idEA lakukan tidak hanya terbatas dengan Taiwan, kedepannya kami akan banyak melakukan kerjasama dengan pihak lain dan akan banyak program yang dijalankan.

Dengan semakin banyak menjalin hubungan dengan pihak luar, maka akan semakin banyak informasi, pembelajaran dan pemberdayaan yang didapatkan. Dari sisi strategi akan semakin tahu apa saja yang negara lain lakukan.

Berapa nilai bisnis dari kerjasama yang dijalin ini?
Kalau kami konteknya sebagai asosiasi tidak merambah area komersil. Jadi kerjasamanya lebih kepada edukasi dan berbagi informasi. Edukasinya kita perlu belajar ke Taiwan, bertemu dengan dengan asosiasi-asosiasi di sana untuk belajar dan mengetahui langkah-langkah yang mereka lakukan untuk memajukan industri dinegaranya. Ini tentunya menjadi kesempatan yang bagus sekali untuk Indonesia.

Mengapa kerjasama ini lebih mengarah ke edukasi?
E-commerce di Indonesia terbilang industri baru yang tentunya edukasi  dan belajar dari negara lain yang lebih dulu maju menjadi hal yang utama sekali. Dari sisi Taiwan sendiri dengan kerjasama ini mereka akan terhubung dengan pelaku industri e-commerce di Indonesia agar lebih naik industrinya. Selain itu, asosiasi kami kan terdiri atas 76 perusahaan yang juga butuh networking untuk mengembangkan bisnis. Jadinya kerjasama ini akan saling mengisi dan menguntungkan.

Mengapa e-commerce di Indonesia bisa tertinggal dari Taiwan?
Boleh dikatakan kematangan ekonomi Taiwan lebih dulu dan di atas kita. Di sana infrastrukturnya sudah ada semua, size negaranya juga lebih kecil dibandingkan Indonesia dan e-commerce sudah menjadi lifestyle.
Tetapi saya melihat e-commerce akan sukses sekali di negara-negara yang mempunyai penduduk yang besar dan memiliki spending yang besar juga. Jadi bisa dibilang potensi e-commerce Taiwan tidak sebesar Indonesia. Pastinya kita akan bisa mengejar ketertinggalan yang ada. Indonesia dengan pangsa pasar yang besar harus dijaga dengan cara memajukan industri lokal khususnya e-commerce. Jangan sampai nantinya negara asing yang membentuk asosiasi di Indonesia dan menguasai pasar.

Lalu, kapan e-commerce Indonesia bisa seperti Taiwan yang sudah advance teknologinya?
Kita lihat 3 tahun kedepan, karena e-commerce itu yang terpenting adalah infrastrukturnya. Nah, infrastruktur inikan tugasnya pemerintah untuk membangun, seperti membuat jalan yang dapat mempercepat transportasi pengiriman barang dan jangan sampai ada kemacetan yang berlarut-larut. Memang, sampai hari ini pemerintah sudah cukup support dan diharapkan dengan pemerintahan yang baru akan lebih support lagi. Inginnya ada regulasi yang mengatur percepatan infrastruktur. Itu yang terpenting.

Dari pelaku e-commerce sendiri apa yang akan dilakukan untuk mengejar ketertinggalan?
Industri akan mengikuti situasi. Infrastruktur bagus, semuanya bagus maka otomatis e-commerce akan naik. Bisa dibayangkan dengan situasi seperti sekarang ini saja percepatan pertumbuhan ekonomi kita lebih cepat dari negara-negara Asean lainnya. Orang Indonesia itu kreatif dengan kondisi ini bisa tumbuh lebih cepat, tentunya bila infrastrukturnya semakin bagus maka akan lebih cepat lagi pertumbuhannya.

Kepercayaan terhadap e-commerce masih menjadi suatu kendala. Bagaimana asosiasi menyikapi hal ini?
Dari kami sudah mengeluarkan yang namanya trust mark. Jadi bila masyarakat belanja di salah satu e-commerce seperti Lojai.com, maka akan terlihat tanda trust mark di kanan atas yang memverifikasi bahwa belanja disana aman dan merupakan anggota idEA. Untuk menjadi anggota, tentunya ada beberapa kriteria yang harus penuhi pelaku e-commerce. Jadi tidak sembarangan perusahaan bisa masuk menjadi bagian dari asosiasi kam, diperlukan legalitas.
Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi bahwa yang menjadi member idEA merupakan perusahaan yang identitasnya jelas dan bisa diketahui pemiliknya. Jadi bila ada masalah bisa diketahui harus melaporkan kemana.

Adakah teknologi yang digunakan untuk menjamin keamanan transaksi yang masih menjadi momok bagi pembelanja online?
Faktor secure memang harus diperkuat karena konsumen online selalu memperhatikan faktor keamanan. DI Lojai.com misalnya, telah dilengkapi dengan 3D secure system serta secure socket layer(SSL). Saat hendak masuk ke proses pembayaran, otomatis link akan berubah menjadi https (hypertext transfer protocol secure). Https merupakan kombinasi antara http da SSL/TLS. Jadi, lalu lintas data telah terenkripsi.

Kedepannya, trend e-commerce di Indonesia akan seperti apa?
Trendnya akan sangat pesat. Sekali. Saya pernah mengatakan di beberapa kesempatan, jika kita tidak terjun ke e-commerce 5 tahun lalu, itu tak masalah. Namun jika tak melakukan ini 5 tahun ke depan, maka akan menyesal.  Dimana nilai belanja retail telah mencapai US$ 100 miliar, sementara penetrasi secara online baru 0,1% nya. Sisanya merupakan potensial dan itu masih sangat besar sekali sehingga e-commerce menjadi keharusan untuk berkembang. •ANDRI/M.TAUFIK (foto)

Source : http://www.biskom.web.id/2014/09/26/agus-tjandra-e-commerce-indonesia-perlu-belajar-dari-taiwan.bwi

Read More