By :

Admin

MasterCard dan idEA meluncurkan Pesta Belanja Online di 14 merchant e-commerce Indonesia

  • Friday, Jun 29, 2018
  • by admin, 1366 Views

Belanja melalui online kini sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan di dalam negeri, terutama di kota besar seperti Jakarta. Selain mudah memilih apa saja barang yang tersedia tanpa perlu repot menghadapi macet, pembeli juga dapat merasakan mudahnya pembayaran dengan beberapa pilihan, termasuk menggunakan kartu kredit. Pilihan membayar dengan kartu kredit memang sangat menguntungkan dibanding dengan proses pembayaran lainnya. Salah satu keuntungannya adalah mendapatkan diskon lebih besar di merchant yang mendukung pembayaran melalui kartu kredit mitra. Seperti yang ditawarkan idEA (Asosiasi E-commerce Indonesia) mulai bulan Agustus ini. Bekerja sama dengan MasterCard dan 14 e-commerce di Indonesia, idEA mengadakan Pesta Belanja Online yang akan berlangsung mulai bulan Agustus 2014 hingga Januari 2015 dengan menyediakan berbagai penawaran menarik bagi para pengguna kartu kredit MasterCard.

Pesta Belanja Online

(kiri-kanan) Irni Palar, Country Manager MasterCard Indonesia, Johanes Chang, Country Head Indonesia, Living Social dan Agus Tjandra, Wakil Ketua, idEA berbicara di sela-sela acara peluncuran Pesta Belanja Online di Senayan Jakarta

14 merchant penyedia online shopping yang bergabung adalah Bhinneka.comSaqina.comLazada.co.idFloweradvisor.co.idLojai.comLivingsocial.co.idPerkakasku.comTiket.comZalora.co.idSukamart.comElectronic-city.comHappyholiday.travelGroupon.co.id, dan Multipro.co.id. Program yang ditawarkan beranekaragam setiap bulannya sesuai dengan kategori merchant yang berpartisipasi, contohnya diskon hingga 80 persen atau voucher belanja senilai hingga Rp 200.000 untuk pembelanjaan selama periode promosi.

Ajak konsumen Indonesia menggunakan kartu kredit

E-commerce di Indonesia telah menjadi salah satu industri dengan perkembangan yang cukup pesat. Meskipun demikian, perkembangan tersebut tidak diikuti dengan pertumbuhan sistem pembayaran transaksi elektronik. Menurut MasterCard Online Shopping Behavior Study, sistem konvensional seperti uang tunai masih mendominasi sistem pembayaran online shopping di Indonesia dengan angka 37,9 persen diikuti dengan transfer tunai antar bank dengan angka 27,5 persen.

MasterCard Logo

Sementara itu menurut survei MasterCard yang juga dilaksanakan di 14 negara Asia Pasifik, metode pembayaran yang nyaman (92,6 persen), kecepatan transaksi (92,2 persen), dan fasilitas pembayaran yang aman (92 persen) menjadi tiga faktor utama yang menentukan keputusan beli saat melakukan belanja online. Karenanya penggunaan sistem pembayaran konvensional tentu tidak akan menyediakan metode yang nyaman, cepat, dan aman. Country Manager MasterCard Indonesia Irni Palar menuturkan:
Peluncuran program Pesta Belanja Online ini juga menjadi salah satu komitmen MasterCard untuk mengembangkan bisnis e-commerce di tanah air. Dengan dukungan infrastruktur jaringan yang kuat serta kemitraan dengan bank-bank di tanah air, MasterCard selalu berusaha memberikan solusi pembayaran elektronik yang cepat, aman, dan nyaman hingga keefektifan dan efisiensi yang ditawarkan online shopping dapat dirasakan konsumen Indonesia serta berkontribusi terhadap program Bank Indonesia; Less cash society.
Menariknya, menurut MasterCard Online Shopping Behavior Study, 83,9 persen masyarakat Indonesia memilih online shopping karena adanya penawaran yang menarik. Termasuk dalam bentuk penawaran berupa diskon, undian berhadiah, atau adanya pembebasan ongkos kirim dari pihak penjual. Pertumbuhan kepercayaan orang terhadap online shopping juga didukung dengan faktor eksternal dimana opportunity cost untuk mengganti tenaga dan waktu yang hilang untuk keliling toko atau adanya bahan bakar yang terbuang saat macet-macetan di jalan cenderung cukup tinggi dibandingkan dengan sumber daya yang dibutuhkan dikala pembeli berbelanja secara online.
Baca juga: Apa saja yang membuat masyarakat Indonesia mau (dan tidak mau) berbelanja online
Menurut Daniel Tumiwa, selaku Ketua Umum idEA, “Kegiatan promosi seperti ini tentunya berdampak positif bagi industri karena berpotensi meningkatkan volume transaksi dari _existing customer_ maupun menjangkau pembeli baru lainnya. Kegiatan ini juga penting untuk semakin membiasakan konsumen Indonesia dengan metode pembayaran yang nyaman di luar transfer bank. Menurut riset kami beberapa waktu lalu, convenience menjadi salah satu faktor penting dalam berbelanja online”. “Program ini merupakan dukungan kepada pelaku usaha ecommerce dalam mengedukasi pelanggan dan calon pelanggan di Indonesia akan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan berbelanja online dengan menggunakan metode pembayaran online,” sambung Johanes Chang, Country Head, Living Social Indonesia yang juga merupakan salah satu anggota idEA. “Sebagai pelaku usaha ecommerce, kami tentunya juga terbantu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan apabila pembayarannya dilakukan secara online; yang di antaranya adalah konfirmasi pembelian dan pengiriman produk yang lebih cepat,” tambahnya. Kedepannya masih banyak program lainnya yang akan diluncurkan oleh idEA dan MasterCard sebagai wujud komitmen bersama untuk menjadikan e-commerce Indonesia sebagai pendukung percepatan laju pertumbuhan ekonomi di negara ini. Sebagai tambahan, idEA yang dibentuk pada Mei 2012 merupakan wadah bagi para pemain industri e-commerce negeri ini untuk berinteraksi dengan sesama pemain dan juga pemerintah. Saat ini anggota asosiasi mencakup 45 pemain dari kategori online retail, marketplacedaily deal, iklan baris, pembanding harga, travel, sistem pembayaran, logistik, dan beberapa partner strategis terkait. Mereka juga memiliki misi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara berbasis ekonomi digital melalui kemitraan dengan para partner di tanah air yang dapat turut mewujudkan pertumbuhan e-commerce Indonesia, disamping terus mengadakan program edukasi dan sosialisasi mengenai industri ini. (Diedit oleh Lina Noviandari)   source : https://id.techinasia.com/mastercard-dan-idea-luncurkan-pesta-belanja-online-di-14-merchant-online-shopping

Read More

Ini Aturan yang Harus Dicermati Pebisnis Online

  • Friday, Jun 29, 2018
  • by admin, 1112 Views

JAKARTA, - Pelaku bisnis online alias e-commerce mesti bersiap-siap. Sebab, dalam waktu dekat, Kementerian Perdagangan akan merilis peraturan tentang e-commerce. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Srie Agustina, mengatakan, ada beberapa poin dalam rancangan peraturan menteri perdagangan tentang e-commerce yang harus dipahami oleh pelaku bisnis online. Pertama, semua situs perdagangan online harus terdaftar. Ke depan, pengusaha online tak bisa lagi melakukan aktivitas jual-beli online secara bebas. Selain itu, pelaku bisnis online juga harus mendeklarasikan etika bisnis yang dimiliki. Tak kalah penting, pengusaha online dilarang mewajibkan konsumen membayar produk yang dikirim tanpa ada kesepakatan terlebih dahulu. Kedua, pelaku bisnis online juga harus menyusun data dan bukti transaksi dengan benar. Data transaksi ini nantinya bisa digunakan sebagai alat bukti dan memiliki kekuatan hukum. Ketiga, lantaran perdagangan online bersifat global, Kementerian Perdagangan membolehkan pihak yang nantinya mengalami sengketa perdagangan untuk memilih kaidah hukum perdagangan internasional. Jadi, Srie mengatakan, pihak yang bersengketa tidak harus menyelesaikan sengketa menurut hukum perdagangan Indonesia. Cuma, sebagai bentuk perlindungan konsumen, situs perdagangan dari dalam negeri maupun luar negeri diwajibkan mematuhi hukum perlindungan konsumen yang ada di Indonesia. Keempat, meski transksi dalam bisnis online bersifat digital, Srie mengatakan, kontrak perdagangan dalam transaksi elektronik harus tetap memasukkan keterangan terkait identitas, spesifikasi barang, legalitas barang, nilai transaksi, persyaratan dan waktu pembayaran, prosedur pengembalian, dan prosedur pengiriman barang. Situs e-commerce luar maupun dalam negeri juga diwajibkan membuat kontrak perdagangan online ini dalam bahasa Indonesia. Kontrak ini harus disimpan dalam kurun waktu tertentu dan boleh menggunakan tanda tangan elektronik sebagai pelengkap kontrak. Kelima, situs perdagangan online juga harus memiliki trustmark. Dengan adanya trustmark internasional, konsumen akan merasa lebih aman saat berbelanja di situs tersebut. Keenam, Kementerian Perdagangan akan menerbitkan daftar hitam alias blacklist bagi situs perdagangan online yang melanggar aturan berdasarkan laporan yang masuk ke Kementerian Perdagangan. Dengan begitu, konsumen akan merasa lebih aman saat berbelanja secara online. "Situs - situs yang telah diaudit nanti disusun berdasarkan yang sudah mendaftar, yang sudah memiliki trustmark dan situs yang di-blacklist," kata Srie. Jangan terlalu ketat Wakil Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Agus Tjandra, menyarankan, regulasi e-commerce di Indonesia sebaiknya tidak dibuat terlalu ketat. Menurut Agus, Indonesia bisa belajar dari Tiongkok dan Amerika Serikat. Di kedua negara itu, perdagangan online pada tahun 1992 juga mengalami banyak kasus criminal. Namun, otoritas di kedua negara itu bisa menangani dengan baik. Menurut Agus, tanpa perlu membuat peraturan ketat yang membatasi pertumbuhan e-commerce,  Amerika dan Tiongkok malah memberlakukan sanksi tegas bagi pelaku kriminal dengan motif transaksi online. Pelaku kejahatan tersebut memperoleh publikasi besar-besaran sehingga bisa mengontrol pelaku e-commerce lain yang ingin mencoba melakukan tindak kriminal. Saat ini, hampir 40% dari industri perdagangan di Amerika dilakukan melalui online. Sementara, sebagian besar transaski perdagangan online di Indonesia didominasi pelaku industri travel dan hotel. Sehingga, menurut Agus, tidak tepat jika Kementerian Perdagangan memberikan persyaratan ketat. Dikhawatirkan, para pelaku usaha kecil yang mencoba mengembangkan bisnisnya secara online akan terhambat. "Untuk fase sekarang, sebaiknya tidak bikin peraturan dulu karena bisa mengakibatkan industry e-commerce tidak tumbuh,” kata Agus. Di Indonesia, total total transaksi e-commerce terbilang besar. Pada tahun 2013, total transaksi online mencapai 5 miliar dollar AS. Diperkirakan, pada tahun 2016, total transaksi e- commerce bakal mencapai 28 miliar dollar AS. source: https://ekonomi.kompas.com/read/2014/08/22/203200426/Ini.Aturan.yang.Harus.Dicermati.Pebisnis.Online

Read More

idEA: Bisnis Online Wajib Pakai Domain Indonesia

  • Friday, Jun 29, 2018
  • by admin, 1147 Views

JAKARTA - Pemerintah didesak membuat aturan mewajibkan e-commerce (bisnis online) untuk menggunakan domain Indonesia (dot co dot id). Wakil Ketua Umum idEA (Asosiasi E-commerce Indonesia) Agus Tjandra menuturkan, hal ini untuk mencegah tindakan para pebisnis online asing yang mengemplang pajak. Menurutnya, masalah utama dalam bisnis online adalah sulitnya mendeteksi legalitas dari perusahaan tersebut. "Makanya pemerintah untuk masalah ini (pengemplang pajak) sulit kita ketahui, karena online ada di dalam dan luar negeri. Makanya kalau tidak ada dot co dot id, harus dilacak habis. Karena dengan adanya itu, secara 100% sudah harus ada badan usaha," ujarnya kepada Sindonews, Senin (10/11/2014). Menurutnya, satu-satunya jalan adalah pemerintah membuat aturan tersebut. Sehingga, situs e-commerce yang tidak memiliki domain tersebut langsung diblokir. "Jadi begini, kalau dot com dari mana saja itu seluruh dunia. Jadi tanpa ada legalitas bisa beli domain dot com. Kalau dot co dot id itu untuk apply harus ada badan usaha. Kalau tidak ada, dia tidak akan mendapatkan domain dot co co id," jelasnya. Agus menjelaskan, e-commerce merupakan bisnis yang tanpa batas (borderless). Sehingga Sulit untuk memproteksi para pebisnis dunia maya tersebut. "Namun, jika pemerintah terbitkan peraturan untuk e-commerce "komersil" dia harus ada dot co dot id-nya. Itu salah satu untuk proteksi. Sehingga dia bisa bayar pajak. Itu paling kuat," pungkas dia.   source : https://autotekno.sindonews.com/read/922343/133/idea-bisnis-online-wajib-pakai-domain-indonesia-1415614855

Read More

Pesta Belanja Online Segera Digelar

  • Friday, Jun 29, 2018
  • by admin, 1102 Views

Jakarta – MasterCard Indonesia menggandeng Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) untuk meluncurkan Pesta Belanja Online. Program tersebut merupakan kerja sama dengan 14 merchant terkemuka di tanah air yang diharapkan dapat meningkatkan transaksi elektronik (online) di Indonesia. Vice President and Country Manager MasterCard Indonesia Irni Palar mengatakan, merupakan suatu kehormatan bagi MasterCard melakukan kerja sama dengan idEA. Kemitraan strategis keduanya berjalan dari Agustus 2014-Januari 2015. Tujuan program ini adalah mendorong dan membangun transaksi elektronik di Indonesia. Pesta Belanja Online juga merupakan salah satu bentuk komitmen MasterCard dalam mengembangkan potensi e-commerce (pedagang elektronik) di Indonesia. “MasterCard selalu berusaha memberikan solusi pembayaran elektronik yang cepat, aman, dan nyaman, melalui dukungan infrastruktur jaringan yang kuat dan kemitraan dengan bank-bank di Tanah Air. Program ini adalah bentuk kontribusi Mastercard untuk mendukung program Bank Indonesia (BI), less cash society," ujar Irni di Jakarta, Kamis (7/8). Apabila dibandingkan dengan negara maju, jelas Irni, transaksi elektronik bukan hal yang asing lagi di Indonesia. Namun, banyak hal yang harus mereka pelajari. Pemilihan idEA sebagai mitra bisnis berdasarkan banyak pertimbangan, salah satunya adalah di dalam Asosiasi E-commerce Indonesia itu tergabung merchant-merchantpopuler dan besar. “Kita pun mendukung program kerja idEA. Karena menurut kami bagus sekali. Edukasinya dilakukan tidak hanya dilakukan untuk masyarakat, tetapi untuk perusahaan-perusahaan yang tergabung di organisasi tersebut,”ungkap dia. Menurut MasterCard Online Shopping Behavior Study, sistem konvensional seperti uang tunai masih mendominasi sistem pembayaran online shopping di Indonesia jumlah 37,9 persen. Kemudian transfer tunai antar bank sebesar 27,5 persen. Sementara itu, berdasarkan survei MasterCard yang dilaksanakan di 14 negara Asia Pasifik, terdapat tiga faktor utama yang menentukan pembeli melakukan belanja online. Faktor tersebut,antara lain metode pembayaran yang nyaman (92,6 persen), kecepatan transaksi (92,2 persen) dan fasilitas pembayaran yang aman (92 persen). Adapun, tambahan data dari MasterCard bahwa 83,9 persen dari masyarakat Indonesia memilih online shopping karena adanya penawaran yang menarik. Pada kesempatan sama, Wakil Ketua idEA sekaligus Chief Executive Officer Lojai.com (online departemen store) Agus Tjandra mengatakan, semua e-commerce yang menjadi anggota dari di idEA adalah legal. Sampai dengan hari ini pihaknya memiliki 75 anggota yang terdiri dari bank, e-commerce, maupun PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). Menurut dia, e-commerce dalam lima tahun mendatang akan menjadi lifestyle. “Harapan saya ke depan, Indonesia merupakan salah satu negara pemain e-commerce yang dipandang di seluruh dunia,” ujar Agus.   source : http://www.beritasatu.com/industri-perdagangan/201310-pesta-belanja-online-segera-digelar.html

Read More

Agus Tjandra As Overseas eCommerce Speaker in Malaysia

  • Friday, Jun 29, 2018
  • by admin, 1238 Views

KUALA LUMPUR, MalaysiaOct. 20, 2014 /PRNewswire/ -- RebleX Business Group and Multimedia Development Corporation (MDeC) will hold its 4th Asia eCommerce Conference 2014 at The Royale Chulan Hotel, Kuala Lumpur, on 28th October 2014. Featuring 12 renowned e-commerce business leaders around the world, it leads and highlights discussions on the latest developments of e-commerce and how retail business can increase sales growth through digital business. Participants of the conference can expect to glean latest eCommerce insights and digital strategies from Qusai Sarraf (CEO of IVIS Group), Dr. Arne Jeroschewski (Vice President, Corporate Development, DHL eCommerce Asia Pacific), Bruno Goveas (Director of Products - APAC& Japan at Akamai Technologies) and Marcelo Wesseler (CEO of SP Commerce). Hailing from diverse business backgrounds, these accomplished online retail business leaders are at the forefront of today's eCommerce industry and are able to share their valuable experiences with conference delegates. Together they are a formidable panel of speakers to spearhead these forums, bringing growth to Asian businesses through knowledge sharing. "The conference was by far a success, it gave me not only the chance of sharing the Zalora's experience with entrepreneurs and industry experts but also the opportunity to meet other experts in eCommerce to share their experiences. Definitely an event that should be repeated year after year!" testified by Giulio Xiloyannis, Managing Director at Zalora Malaysia after participating in the 3rd Asia eCommerce Conference last year. Over 500 global attendees and more than 100 international corporations will be joining this dynamic platform of discussion to gain excellent insights on eCommerce and m-commerce in Southeast Asia. It is hoped that this conference will be the catalyst of growth for the eCommerce industry, fueling further thoughts of innovation amongst Asian retailers. Strong support has been shown by corporate conference sponsors such as IVIS Group, DHL eCommerce, Cybersecurity Malaysia, Vizury, Quantium Solutions, Akamai Technologies, MOLPay & MyMilan Milan just to name a few. Qusai Sarraf (CEO of IVIS Group) encourages retail businesses to be a part of the AsiaeCommerce Conference this year. To register for the 4th Asia eCommerce Conference, please contact Chloe Chong at 603-2724 7006. For more information about the conference, visit www.e-commerceconference.com About RebleX Business Group RebleX, founded in 2005, has organised numerous business conferences and provided incredible networking opportunities for professionals and businesses, government bodies and private companies globally. We specialise in producing the right environment for our delegates to meet with experts from various industries around the world. Our commitment is to become the world's leading business intelligence provider. About Asia eCommerce Conference Asia eCommerce Conference is one of the most outstanding business conferences, being recognized by industry leaders and experts, as a platform to unleash the power of eCommerce transformation in Asia. It brings together representatives from renowned eCommerce companies including some FORTUNE 500 companies, researchers, academics, industry specialists and delegates of other professions. Asia eCommerce Conference is specially designed for senior managers, directors and business owners of eCommerce and online retailers. It provides a professional platform to share best practices and experiences, discuss market strategies, current business issues, trends and business matching opportunities.   Source : http://www.prnewswire.com/news-releases/4th-asia-ecommerce-conference-2014---showcasing-tomorrows-business-279766652.html

Read More

Agus Tjandra As Overseas eCommerce Speaker In Singapore

  • Friday, Jun 29, 2018
  • by admin, 1577 Views

Leverage the Mobile Channel to Drive Your Customers to the Point of Sale, with increased user engagement, building greater trust in your brand promise and gaining greater profitability with increased spend. Join e-Retailers, Brands, Merchants and key players in E-Commerce, Mobile-Commerce, Mobile Payments, Mobile Appd and Mobile VAS services providers in this exciting event. Listen to successful strategies to deliver growth in a competitive marketplace! In taking e-commerce to the next level, where mobile commerce is the game changer, the stakes are high and so your development of the right strategy to leverage this new platform is crucial, while making the right and smart decisions along the way. Consumers are showing major shifts in search and buying behaviour with more willingness to buy online and on the move, the fact of which is fundamental drivers for retailers to jump onto this bandwagon fast & furious. Be an early adopter and seize the opportunity to drive billions of dollars through your mobile channel. This event will showcase what the successful retailers and brands are doing with their strategy and technology approaches. Featuring CASE STUDIES and Keynote Panel discussions to address priority issues and assess key opportunities in expanding into new markets and maximizing on existing markets! What could be the next big thing in mobile e-commerce? "Anything that could trigger instant and impulse decisions. Auctions, pre-ordering, eTicketing, Daily Deals and Group buys will be big things of Mobile Commerce..." Agus Tjandra, CEO, Lojai.com       Source : http://www.asher-russell.com/index.php/events/showcase/mobile-e%7C%7Ccommerce-strategy-2013

Read More

Agus Tjandra As Overseas eCommerce Speaker in Hongkong

  • Friday, Jun 29, 2018
  • by admin, 1109 Views

Agus Tjandra merupakan pendiri “Metode cicilan online dengan Kartu Kredit” dan CEO Lojai.com (salah satu anggota idEA). Sebelumnya, ia pernah bekerja dengan Kenematsu, salah satu dari 5 perusahaan dagang terbesar Jepang dan menghabiskan 9 tahun dalam bisnis tersebut. Agus merupakan pendiri Lojaicom, yang dimiliki oleh PT. Agnaprosperindo Abadi, dan memiliki spesialisasi di bidang konsep pemasaran modern. Di tahun 2009, platform belanja online pertama Indonesia dengan sistem pembayaran paling komprehensif, www.pasarkredit.com, didirikan. Agus juga merupakan pendiri platform belanja online dengan sistem pembayaran kartu kredit (terverifikasi dan mendapat penghargaan MURI). Selain itu, Agus juga dikenal dalam industri terebut dan dinominasikan sebagai Local Inspiring eCommerce MarkBiz Icon Magazine, edisi 1 Januari 2013. Saat ini, ia menjabat sebagai wakil kepala hubungan eksternal di idEA. Apresiasi & Penghargaan [Top 10 Asia's Award] Asia's Most Admired Technopreneur Award Riset House of Asia Media Sdn Bhd, Kuala Lumpur ~ Malaysia November 2014 [Top 10 Asia's Award 2014] Asia's Most Admired Technopreneur Award Apresiasi & Penghargaan Lainnya 1. Best Seller dalam Katalog Penjualan BII di tahun 2008 2. First Shopping Online with Secure Socket Layer di tahun 2010 3. The Most Complete payment Methods di tahun 2010 4. First Shopping Online with 3D Secure di tahun 2011 5. The Greatest Appreciation for Retail eCommerce dari BII sebagai perwakilan VISA/Master Credit Card

Read More

[Video] Active in Indonesia Commerce Regulation

  • Friday, Jun 29, 2018
  • by admin, 1121 Views

Keputusan mentri Ekonomi untuk mengatur regulasi mengenai perusahaan eCommerce yang kian marak. Berikut cuplikan berita satu dengan Bapak Agus Tjandra, dari Lojai.com, selaku wakil ketua assosiasi IDEA

Read More